skip to main | skip to sidebar

Pages

  • Home

kristiani_chen

Benarkah Mencukur Rambut Bayi Membuatnya Tumbuh Lebih Lebat?

8:15 AM | Publish by Kristiani Chen

Di usia 6 bulan ini,rambut Celine masih belum lebat. Banyak yang merekomendasikan untuk mencukur habis rambut Celine katanya bakal tumbuh lebat sehabis dicukur. Tapi bener ngga sih mencukur rambut bayi bisa membuatnya tumbuh lebih lebat?

Menurut ahli dermatologist, Ronald Davis, mencukur rambut tidak akan membuatnya bertambah lebat. Karena yang menentukan lebat-tipisnya dan banyak-sedikitnya rambut adalah folikel rambut. Folikel rambut merupakan tempat dasar tumbuhnya rambut dan terletak di dalam kulit kepala. Jadi, mencukur atau menggunting rambut, tidak akan mempengaruhi folikel tersebut.

Sedangakan folikel itu sendiri ditentukan oleh genetik seseorang sejak dalam kandungan. Tebal-tipisnya rambut ditentukan oleh diameter folikel, sedangkan banyak-sedikitnya helai rambut ditentukan jumlah folikel yang ada.

Lalu, mengapa pengalaman kita sehabis mencukur bulu kaki misalnya, bulu tersebut terlihat lebih lebat?
Hal tersebut terjadi bukan karena bulu tumbuh lebih lebat, melainkan ketika kita mencukur bulu, ujung bulu tersebut menjadi tumpul dan secara keseluruhan tingginya sama. Hal inilah yang membuat sehabis cukuran, area yg dicukur terasa kasar saat diraba. Namun, jika dibiarkan tumbuh kembali seperti semula, tanpa dicukur2 lagi, pada akhirnya bulu/rambut tersebut akan kembali ke teksturnya semula.

Pernyataan ini pun uda aku konfirmasi sama dokter anak dan tukang salon. DSA Celine bilang, masalah rambut lebat atau ngga itu genetik, ditunggu aja, nanti agak besar juga tumbuh rambutnya.
Dan sama tukang salon juga dibilangin, selama masih keliatan folikel rambutnya (bintik2 hitam kecil di kulit kepala) ngga perlu kuatir, nanti juga akan tumbuh rambutnya. Untuk merangsang folikel tersebut supaya lebih cepat tumbuh rambutnya bisa dengan mencuci rambut bayi dengan air hangat sambil pijat pelan kulit kepalanya .

Sekian sharing kali ini. Semoga bermanfaat 😊

0 comments

Akuratkah Penggunaan Ovulation Scope Pada Penderita PCOS?

8:11 AM | Publish by Kristiani Chen

Lagi beberes kamar terus nemuin ini barang 😂

Namanya ovulation scope.
Bagi yang mens nya ngga teratur pasti kepincut beli ini karena fungsinya untuk mendeteksi ovulasi.

Saat ovulasi, hormon estrogen meningkat dan menyebabkan zat garam di  cairan liur dan serviks kita membentuk gambar pakis jika diamati di bawah mikroskop. Jadi cara kerja alat ini : kita oles liur di kaca mikroskopnya, kalau muncul gambar pakis tandanya ovulasi.

Tapiiii ternyata itu hanya efektif ke orang yang hormonnya normal.
Kebanyakan penderita PCOS menderita ketidak seimbangan hormon.
Jadi estrogen uda meningkat tp ternyata si sel telur belom matang dan masih kecil-kecil aja.
Pantasan di aku koq muncul terus bentuk pakis tapi anaknya ga jadi2 😂😂😂 Setelah kapok pakai ovulation scope ini, aku belom ada coba lagi sih OPK (Ovulation Predictor Kits) lain. Pernah nimbrung di forum katanya yang pake tes urin macam testpack gitu lebih akurat. Bener ga sih? Mungkin yg pernah pake boleh share juga?? 😁

So, buat PCOS figther yg coba ovulation scope dan ga akurat, ini bukan salah alatnya ya. Tp memang hormon kita yg ngga bekerja sebagaimana mestinya.

O ya, karena banyak temen2 sesama PCOS fighter yg request, ke depannya aku bakal lebih sering selingin pembahasan seputar PCOS juga selain bahas soal baby 😉
Feel free to ask kalau ada yg ga ngerti ya.

Sekian sharing kali ini, semoga bermanfaat 😊

0 comments

Benarkah Exclusive Pumping Menyebabkan ASI kering?

8:05 AM | Publish by Kristiani Chen

Banyak orang yang bilang kalau tidak menyusui langsung (direct breastfeeding) maka ASI akan kering.

Setelah menjalani rutinitas exclusive pumping selama ini, saya bisa menyatakan bahwa hal tersebut tidak benar.

Prinsip dasar produksi ASI adalah Supply by Demand. Semakin sering payudara dikosongkan, semakin banyak ASI yang dihasilkan. Payudara tidak membedakan kosongnya lewat hisapan bayi atau pompa.
Walau begitu, saya akui, hisapan bayi jauh lebih efektif dibandingkan pompa apapun.

Lalu bagaimana caranya agar supply ASI terjaga meski hanya mengandalkan pumping?
1. Disiplin waktu
Ini penting sekali, karena jika kita mengulur-ngulur waktu pumping, produksi ASI akan melambat. Misal awalnya dalam 3 jam ASI yang dihasilkan 200ml, lalu karena malas dan kita pumping setelah 4 jam maka otak akan menangkap sinyal bahwa produksi ASI kita berlebih dan nantinya akan menyesuaikan kuantitas ASI yang dihasilkan. Nanti jadinya 4 jam yang dihasilkan cuma 200ml , jika diulur terus bisa-bisa dalam 6 jam cuma dihasilkan 200ml.

2. Payudara wajib kosong 100% tiap pumping.
Misal, ASI yang dihasilkan 200ml, lalu kita cuma pumping 150ml, otak akan menangkap sinyal bahwa produksi ASI berlebih. Di kemudian hari, ASI yang dihasilkan hanya 150ml, jika kita tidak pompa sampai benar-benar kosong lagi, maka ASI yang dihasilkan akan terus berkurang.

3. Tambahkan durasi pumping minimal 5 menit setelah payudara kosong.
Tujuannya untuk memberi sinyal ke otak bahwa produksi ASI kita kurang, sehingga nantinya ASI yang dihasilkan bisa meningkat.

Walau begitu, saya tidak mengajak moms untuk Eping dan meninggalkan direct breastfeeding karena menurut WHO pun , direct breastfeeding merupakan yang terbaik.
Menjadi Eping Mom adalah pilihan terakhir untuk memberikan ASI pada bayi di saat direct breastfeeding tidak memungkinkan.

Sekian sharing kali ini. Semoga bermanfaat 😊

0 comments

Pentingnya Fase Oral pada Bayi

8:02 AM | Publish by Kristiani Chen

Dari usia 4 bulan, Celine uda suka masukin tangan dan benda-benda ke mulutnya. Sekarang, kakinya pun dimasukin ke mulut.

Menurut teori Psychosexual Sigmund Freud, inilah yang dinamakan fase oral, dimana anak memuaskan dirinya dengan memasukkan berbagai benda ke mulutnya.

Tidak perlu dilarang karena menurut Freud, jika anak gagal mendapat kepuasan dari fase ini, maka kelak akan mempengaruhi kepribadiannya. Anak akan cenderung ketergantungan terhadap sesuatu yang berkaitan dengan mulut.
Contohnya : orang yang makan terus-menerus saat stress, orang yang kecanduan alkohol dan merokok, menggigit jari,dsb.
Bahkan secara psikologi, anak bisa menjadi orang yang sarkastik jika ia gagal melalui fase oral ini
Yang perlu kita lakukan adalah :
* Memastikan tangan dan kaki anak bersih, setiap selesai mereka jilat-jilat, langsung dibersihkan karena sisa air liur yang tidak dibersihkan akan mengundang bakteri
* Memastikan barang-barang di sekitar sudah aman untuk anak, misal menjauhkan barang-barang kecil yang bisa tertelan atau melukai anak
* Memberikan teether atau pacifier

Sekian sharing kali ini. Semoga bermanfaat 😊

0 comments

Perawatan Mulut & Gigi Bayi

7:57 AM | Publish by Kristiani Chen

Sebentar lagi Celine MPASI. Sebagai mama, aku jadi bingung, gimana ya perawatan mulut dan gigi Celine setelah MPASI?

Nah, sejak tahun 2014, Asosiasi Dokter Gigi Anak Amerika mengeluarkan beberapa Guidelines baru menggantikan guideline sebelumnya, yaitu :
* Untuk menghindari masalah gigi dan mulut di kemudian hari, diharapkan orangtua membawa anaknya untuk konsultasi dengan dokter gigi saat gigi pertama muncul atau paling lambat saat anak berusia 1 tahun
* Walaupun nantinya akan tanggal, tapi gigi susu sangatlah penting untuk dirawat, karena akan mempengaruhi keterampilan anak berbicara dan mengunyah, serta menyiapkan dasar tempat tumbuhnya gigi tetap.
*Jika anak sakit gigi, bersihkan bagian yg sakit dengan air garam hangat dan kompres dingin di bagian pipi jika bengkak.
* Kebiasaan menghisap jari dan empeng baru akan menimbulkan masalah gigi dan gusi jika dilakukan melebihi usia 3 tahun
* Periksakan bayi ke dokter gigi tiap 6 bulan
* Sebelum gigi pertama muncul, mulut bayi cukup dibersihkan dengan sikat gigi khusus bayi atau bisa juga dengan kain yang dicelup air. Ketika gigi pertama muncul, maka gigi bayi wajib dibersihkan menggunakan pasta gigi ber-fluoride khusus bayi minimal sekali sehari menjelang tidur. Pasta giginya dioles di sikat gigi sebesar sebutir beras. Jika anak sudah mencapai usia 3 tahun, maka pasta giginya dioles sebesar biji jagung.
Ini guidelines yang bertentangan dengan guideline Asosiasi Dokter Gigi Anak Amerika yg lama ya, dimana dulu penggunaan pasta gigi berfluoride dilarang jika bayi belum mencapai usia 18bulan. Namun, karena banyaknya kasus karies gigi pada anak-anak usia dini maka aturan tersebut direvisi. Tapi tetap perlu diingat bahwa pasta gigi yang digunakan harus yg khusus bayi karena kadar fluoridenya telah disesuaikan. Kelebihan fluoride juga berdampak buruk bagi kesehatan.

Sekian sharing kali ini. Semoga bermanfaat 😊

0 comments

Lemak dalam ASI

7:50 AM | Publish by Kristiani Chen

Masih banyak mom yg bertanya dan penasaran, gimana sih supaya hindmilk atau lemak dalam ASI bisa banyak?

Menurut konsultan Laktasi Amerika, Nancy Mohrbacher, produksi lemak dalam ASI sebenarnya adalah konstan. Namun ada beberapa hal yang mempengaruhi banyak sedikitnya lemak yang keluar saat menyusui, yaitu :
* Kosong dan penuhnya payudara. Semakin penuh payudara, semakin sedikit lemak yang dikeluarkan untuk sesi menyusui selanjutnya. Oleh karena itu, dianjurkan untuk menyusui di 1 payudara sampai kosong baru pindah ke payudara lain .
* Lamanya menyusui
Bayi yang menyusu hanya sebentar biasanya hanya mendapat foremilk saja, karena hindmilk yang kaya lemak keluarnya belakangan. Maka cara menyiasati bayi yang durasi menyusuinya sebentar adalah dengan menawarkannya ASI sesering mungkin atau di kasus tertentu dimana bayi benar-benar kekurangan lemak, bisa disiasati dengan pumping foremilk terlebih dahulu, setelah itu baru menyusui. Tapi tidak disarankan hanya memberikan bayi hindmilk ya, karena foremilk pun sangat penting untuk bayi.

Nah, lalu apakah makanan yang kita makan mempengaruhi banyak tidaknya lemak dalam ASI?
Jawabannya adalah Tidak.
Menurut konsultan laktasi, Kelly Bonyata, makanan yang mom makan tidak akan mempengaruhi kuantitas lemak dalam ASI, tapi makanan yang kita makan akan mempengaruhi komposisi lemak dalam ASI. Misal kita banyak makan junk food, maka komposisi lemak dalam ASI kita akan lebih didominasi lemak jenuh.
Lain halnya jika kita mengkonsumsi minyak sayur, kacang-kacangan, ikan, dsb yang mengandung lemak tak jenuh, maka komposisi ASI kita akan didominasi lemak tak jenuh .
Asam lemak tak jenuh sangat penting untuk perkembangan otak dan penglihatan bayi.

Sekian sharing kali ini. Semoga bermanfaat 😊

0 comments

Pengalaman Wasir / Ambeien Saat Hamil

11:54 PM | Publish by Kristiani Chen

Saya adalah salah satu wanita yang menderita wasir/ambeien saat hamil.

Ketika memasuki usia kehamilan 5 bulan, saya mulai mengalami sembelit walaupun sudah mengkonsumsi banyak buah, sayur, dan air putih. Hingga puncaknya suatu hari, saya mengalami pendarahan seperti menstruasi tapi dari jalur belakang.
Panik banget. Setelah dicek ke dokter, katanya saya terkena trombus. Alias wasir yg isi di dalamnya tu darah. Trombus ini jenis wasir yang paling sakit, ketika kumat rasanya seperti diiris-iris pisau.
Untungnya setelah seminggu, pendarahan itu berhenti. Kata dokter, kalau pendarahan berlanjut, saya wajib operasi wasir dan itu beresiko sih kalau dilakukan saat hamil.

Awalnya saya berniat lahiran normal, jadi saya sampai konsul ke-4 dokter, mulai dari dokter kandungan sampai dokter bedah.
Hasil konsultasinya, penderita wasir bisa lahiran normal asalkan :
*Ketika awal persalinan, wasir sedang tidak kumat/meradang. Jadi harus dikecilin dulu wasirnya karena saat lahiran dan ngeden, wasir itu bisa membesar sampai seukuran bola tenis
* Wasir belum mencapai stadium 4. Kalau sudah stadium 4, wasir beresiko terjepit dan bisa membusuk

Tapi karena hal lain, saya jadinya lahiran caesar.
Setelah lahiran, wasir saya kempis dengan sendirinya. Kata dokter, wasir saya disebabkan berat kandungan yg mendorong wasir tersebut keluar.

Kesimpulannya : penderita wasir bisa lahiran normal tapi proses lahiran normal itu sendiri beresiko pendarahan dan memperparah wasir.

Wasir ngga bisa hilang/sembuh dengan obat ya. Obat2an cuma bisa mengecilkan dan mengurangi gejala wasir, tapi tidak menghilangkannya. Wasir cuma bisa dihilangkan dengan operasi.

Sekian sharing kali ini. Semoga bermanfaat 😊

0 comments

Media Penyimpanan ASIP : Kantong ASI, Botol Plastik, Atau Botol Kaca?

11:48 PM | Publish by Kristiani Chen

Hai,moms!

Setelah nyaris 6 bulan menjalani rutinitas pumping, sekarang aku mau sharing mengenai media penyimpanan ASIP, yaitu botol kaca, botol plastik, dan kantong ASI. Masing-masing memiliki keunggulan dan kekurangan.

*Kantong ASI*
Keunggulannya :
+Ini media yang paling praktis ya.  Karena sekali pakai, ngga perlu repot2 sterilin lagi.
+Ringan, mudah dibawa kemana-mana
+Menghemat tempat di kulkas
+ Bisa langsung ditulis tanggal dan waktu penyimpanannya
Kekurangannya :
- boros, kalau full pumping kayak aku, sebulan bisa habis 300 kantong lebih.
- Kurang ramah lingkungan, seperti yg kita tahu material plastik susah terurai
- Lemak ASIP banyak yg menempel di dinding2 plastik ASIP
- Sebenarnya disarankan untuk tidak langsung meletakkan kantong ASIP di bottle warmer, jadi ribet sih harus tuang dulu ke botol susu baru dihangatkan lagi

*Botol plastik*
Botol plastik yang aku maksud disini adalah botol susu ya.
Keunggulannya :
+ Karena aku pakai botol susu, jadi kalau mau diminum, langsung dihangatkan saja tanpa perlu tuang sana sini
+ Hemat, bisa dipakai berkali-kali
Kekurangannya :
- Lemak ASI juga menempel di dinding2 botol (terasa berminyak ketika dicuci)
- kalau mau ditulis tanggal, harus pakai label dulu, ga bisa langsung corat-coret di botol
- boros tempat penyimpanan di kulkas
- lebih memakan tempat di tas kalau mau dibawa
- kalau pakai kulkas yang berisi makanan lain dan berbauan tajam, kadang mempengaruhi aroma ASIP juga (walaupun sudah ditutup super rapat)
- walaupun BPA-Free, yg namanya material plastik pasti mengandung bahan kimia

*Botol Kaca*
Keunggulannya :
+  Hemat, bisa digunakan berulang kali
+ tidak menyerap aroma makanan di sekitar ke dalam botol
+ Dari segi pembuatan botol kaca, lebih sedikit bahan kimia yg digunakan
+ Dapat disterilisasi dengan suhu tinggi
+ Lebih mudah dibersihkan, lemak ASI tidak menempel
Kekurangannya :
- merupakan media penyimpanan ASIP yang paling berat
- setelah dihangatkan, harus dituang ke botol susu lagi baru bisa diminumkan ke bayi
- model botolnya terbatas
- resiko pecah jika jatuh atau terbanting

Kalau aku lebih prefer pakai botol kaca. Mengapa? Karena pengalamanku sendiri, pernah mati lampu 2 jam. ASIP yang di dalam botol kaca masih beku, sedangkan yang di dalam botol kaca dan kantong ASIP sudah mulai sedikit mencair. Saat dihangatkan pun, botol kaca lebih cepat hangatnya dibandingkan botol plastik atau kantong ASI.

Sedikit tips :
*Saat menyimpan ASIP, jangan sampai melewati garis batas botol. Karena ASIP memuai saat didinginkan dan dipanaskan. Jadi sisakan space kosong sekitar 2cm dari tutup botol.
*Simpan ASIP sesuai kebutuhan sekali minum bayi.

Sekian sharing kali ini. Semoga bermanfaat 😊

0 comments
« Newer Posts Older Posts »
Subscribe to: Posts (Atom)

Find Me on Instagram

@Kristiani_chen

Blog's Followers

Music By : Kristiani Chen

Get Free Music at www.divine-music.info


Blog Archive

  • ▼  2022 (1)
    • ▼  July (1)
      • Tips Memilih Sport Bra
  • ►  2021 (1)
    • ►  June (1)
  • ►  2019 (1)
    • ►  March (1)
  • ►  2018 (25)
    • ►  November (1)
    • ►  October (20)
    • ►  September (1)
    • ►  August (3)

Labels

  • asi (1)
  • asi perah (1)
  • Asibooster (1)
  • asiekslusif (1)
  • asiexcl (1)
  • boosterasi (1)
  • herbsofgold (1)
  • hog (1)
  • info bumil (1)
  • info hamil (1)
  • info kehamilan (1)
  • infoasi (1)
  • infobusui (1)
  • infoibuhamil (1)
  • infoibumenyusui (1)
  • infomenyusui (1)
  • ktp anak kartu identitas anak kia cara syarat pembuatan (1)
  • listrik padam (1)
  • manajemen asi perah (1)
  • pco (1)
  • pcos (1)
  • pejuangasi (1)
  • polycysticovariansyndrome (1)
  • program hamil (1)
  • promil (1)
  • reviewasibooster (1)
  • reviewherbsofgold (1)
  • reviewhog (1)
  • tentangasi (1)
  • tips asi perah mati lampu (1)
  • tips hamil (1)
  • tips ibu bekerja (1)
  • tips pcos hamil (1)
  • tips working mom (1)
  • torch (1)
Copyright (c) 2010 kristiani_chen.